Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN SARANA IBADAH DAN DAKWAH YAYASAN AL JAWAHIRIYAH

| 0 komentar
PELITAKARAWANG.COM-.Menandai dimulainya proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang, Bupati Karawang, H. Ade Swara meresmikan pelaksanaan pembangunan sarana ibadah dan dakwah milik Yayasan Al Jawahiriyah di Desa Pasirtalaga, Kec. Telagasari. Peresmian tersebut ditandai dengan diletakkannya batu pertama pembangunan oleh Bupati Ade Swara, Kamis (7/7).

Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut menilai bahwa Yayasan Al Jawahiriyah memiliki visi dan misi yang jelas, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Kab. Karawang melalui kesadaran beragama, bernegara, beriman dan bertaqwa. “Hal ini tentunya sejalan dengan visi dan misi yang saat ini diusung oleh Pemerintah Kab. Karawang,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan,  secara pribadi, dirinya pun sepakat dengan visi dan misi tersebut. Hal ini karena Islam telah mengajarkan untuk hidup secara seimbang dalam kehidupan duniawi dan akhirat. “Untuk itu, saya mendukung terhadap upaya Yayasan Al Jawahiriyah, dimana ada keseimbangan antara pendidikan iman dan teknologi,” imbuhnya.

Di sisi lain, terkait dengan dimulainya program-program pembangunan infrastruktur di Kab. Karawang, Bupati Ade Swara menjelaskan bahwa setelah lama menunggu karena adanya proses lelang dan lainnya, pelaksanaan program pembangunan akan segera dilaksanakan. “Hal ini salah satunya ditandai oleh diletakkannya batu pertama pembangunan Sarana Ibadah dan Dakwah  Yayasan Al Jawahiriyah,” tambahnya.

Selain itu, terkait dengan momentum Isra Miraj yang dipadukan dalam kegiatan tersebut, Bupati Ade Swara berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekedar ritual atau seremonial biasa saja. “Melainkan kita harus mendapatkan makna yang terkandung dalam peristiwa Isra Miraj, dan mampu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Jawahiriyah, KH. Joharudin menjelaskan bahwa yayasan yang dikelolanya telah berdiri sejak tahun 2002 silam, tepatnya pada tanggal 3 Januari. KH. Joharudin menambahkan bahwa Yayasan Al Jawahiriyah saat ini mengelola Majelis Talim yang diikuti oleh kaum ibu, Taman Kanak-Kanak. serta Taman Pendidikan Alquran.

Ketua Panitia Pembangunan, H. Fauzi Ridwan menambahkan bahwa yayasan ini berdiri untuk kepentingan dan kemasalahatan umat, serta peningkatan kualitas SDM di Kab. Karawang. “Yayasan ini sendiri tidak mungkin menjadi hebat tanpa adanya dukungan semua pihak, untuk itu pada kesempatan ini mari kita satukan visi dan misi kita,” tambahnya./HUM.
LANJUT

Jumat, 01 Juli 2011

Tunggakan Raskin Capai Rp2,6 Miliar

| 0 komentar
PURWAKARTA–PELITAKARAWANG.COM-.Tunggakan raskin Kabupaten Purwakarta dan Subang per Juni 2011 mencapai Rp2,6 miliar. Tapi, Dolog Sub Divre Subang optimistis dapat melunasinya. Pasalnya pembayaran akan dimulai pada beberapa pekan ke depan.

Kabag Perekonomian Setda Purwakarta Abad Hasyim menjelaskan, tunggakan tersebut sebagai akibat keterlambatan pembayaran. Menurut dia, seharusnya dibayar tunai, tapi mustahil dilakukan lantaran beras harus terlebih dahulu didistribusikan dan menunggu tiga hari untuk pelunasan. “Nah, keterlambatan sampai tiga hari ini yang masuk dalam kategori tunggakan. Jadi, tidak sampai berbulan-bulan. Semuanya berjalan lancar,” ungkap Abad.

Adapun rincian tunggakan masing-masing wilayah,Kabupaten Purwakarta sebesar Rp922 juta dengan alokasi raskin sebanyak 887.000 ton setiap bulan. Sementara Kabupaten Subang lebih besar,yakni Rp1,7 miliar dengan jumlah alokasi untuk Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) mencapai 2.000 ton/bulan. Menurut Abad, selama ini alokasi Kabupaten Purwakarta tidak mengalami perubahan. Beras yang disalurkan mencapai 10,65 juta ton, dengan jumlah penerima 59.175 RTSPM dan masing-masing kepala keluarga atau RTSPM mendapat raskin sebanyak 15 kg/bulannya.

Namun, untuk tingkat penyerapan raskin, Abad mengaku semua itu sangat tergantung pada hasil panen. Jika sedang panen,maka penyerapan sekitar 89-90%.Apabila tidak panen, penyerapannya bisa lebih tinggi. “Kondisi di Kabupaten Purwakarta sekarang ini kebetulan sedang panen,”akunya. Kepala Dolog Sub Divre Subang Wawan K Gunarso mengaku, tidak risau dengan tunggakan pembayaran raskin.Alasannya, tunggakan tersebut dalam posisi tunggakan berjalan dan bukan tunggakan yang sudah lama mengendap.

“Sejauh ini pembayaran berjalan lancar dan tidak ada kemandekan pada pengelola raskin di lapangan.Artinya, sama sekali tidak ada tunggakan yang sudah lama belum terbayar,” katanya. Namun, dengan jumlah tunggakan sebesar Rp1,7 miliar ini, tidak mempengaruhi pasokan raskin ke masing-masing kabupaten.Pihaknya juga secara intensif berkoordinasi dengan masing-masing pemkab.

Sehingga setiap kendala yang kemungkinan muncul bisa diantisipasi dengan cepat. “Pihak Dolog juga tidak ingin distribusi raskin mengalami kemandekan,”katanya.SUMBER
LANJUT

Senin, 16 Mei 2011

Siswa adalah Agen Pendidikan Karakter

| 0 komentar


ILUSTRASI: Dilihat dari mutu pendidikan, Indonesia kalah jauh dibandingkan negara lain.
 
JAKARTA, "PAKAR"— Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh berharap, melalui contoh dan keteladanan dari para peserta didik, ditambah dengan pembiasaan-pembiasaan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari budaya sekolah, pencapaian pendidikan berbasis karakter bisa semakin masif.

Demikian dikatakan oleh Mendiknas saat membuka kegiatan Apresiasi Karakter Siswa Indonesia (AKSI) Kedua, Senin (16/5/2011) di Plaza Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan 363 siswa-siswi SMA dari seluruh Indonesia dan 66 guru pembimbing yang bertujuan untuk mengaplikasikan sikap kerja sama, nasionalisme, rasa persatuan dan kesatuan bangsa, jujur, peduli, serta berpikir kritis dan positif.

"Mereka adalah para peserta didik yang diharapkan akan menjadi agen-agen di daerah asal mereka dalam penyelenggaraan pendidikan karakter karena sesungguhnya pendidikan berbasis karakter perlu contoh dan teladan," kata Nuh.

Nuh mengatakan, proses pendidikan pada dasarnya menyiapkan peserta didik agar mampu membangun kehidupan dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang akan dihadapi di masa mendatang.
"Apa yang menjadi target dalam kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk menyiapkan peserta didik tersebut, terutama terkait dengan pendidikan karakter," ujarnya.

Selama seminggu, kegiatan tersebut diisi dengan tiga kegiatan utama, yaitu aksi kebangsaan, aksi kreativitas, dan aksi kepedulian. Para peserta juga akan ikut dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 20 Mei mendatang yang ditandai dengan pencanangan gerakan pendidikan karakter.
LANJUT