Sabtu, 05 Maret 2011

Saat Tepat Berkontemplasi

| 0 komentar
SEJAK kemarin umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi untuk menyambut tahun baru Saka. Hari Raya Nyepi merupakan kesempatan untuk melakukan kontemplasi, berhenti sejenak untuk bercermin tentang apa yang telah kita lakukan setahun terakhir ini.

Kita sering larut dalam kehidupan duniawi yang penuh dengan godaan. Konsumtivisme dan konsumerisme sering kali menyeret kita ke dalam kehidupan yang hedonistis.

Sering kita terseret oleh nafsu kekuasaan yang membuat kita lupa akan esensi kekuasaan itu. Kekuasaan dianggap sebagai hak istimewa yang dibagi di antara para elite politik, bukan untuk menyejahterakan rakyat.

Sikap mentang-mentang yang begitu kuat pada diri kita, sering membuat kita berlaku tidak adil. Bahkan tidak jarang kita menindas mereka yang lemah, kita gunakan kekerasan untuk menganiaya mereka yang tidak berdaya.

Dengan melakukan catur berata penyepian, umat Hindu selama satu hari penuh memutuskan hubungan dengan urusan duniawi. Mereka tidak pergi bekerja, mereka tidak melakukan perjalanan, tidak mendengarkan hiburan. Sambil berpuasa, mereka mencoba berkomunikasi dengan Yang Maha Pencipta.

Kita semua dimintakan untuk setiap kali melakukan refleksi diri. Ketika kita berdoa, sejenak kita melupakan urusan dunia dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Kita harus sadar bahwa kita bukan siapa-siapa dan kita membutuhkan pertolongan dan petunjuk-Nya untuk bisa menjalani hidup ini dengan baik.

Segala amarah, kerakusan, ketamakan sirna ketika kita bertemu dengan-Nya. Rasa kemanusiaan kita akan tumbuh begitu selesai kita melakukan kontemplasi, berkaca diri tentang siapa sebenarnya kita ini.

Kehidupan dunia ini akan lebih baik apabila peduli terhadap sesama. Kita tidak melihat perbedaannya, tetapi melihat persamaannya. Kalau ada yang keliru di antara kita diingatkan tanpa harus dimarahi apalagi sampai dipukuli.

Ketenangan di Hari Raya Nyepi itulah yang kita harapkan. Dengan ketenangan maka kita akan menjalankan tugas keseharian lebih baik. Hubungan di antara kita akan dijauhi dari ketegangan.

Sekarang ini kita harus mau mengakui kalau kita telah menjadi pribadi yang cepat marah. Sikap ringan tangan bukan dilakukan untuk hal yang positif, tetapi cenderung yang negatif. Ringan tangan bukan dalam sigap dalam bekerja, tetapi sigap dalam menyakiti sesama.

Kita semua tahu bahwa kekerasan pasti melahirkan kekerasan. Sebab, setiap orang memiliki batasnya. Ketika mereka terus menerus ditekan, satu saat pasti mereka akan bangkit untuk menunjukkan harga dirinya sebagai manusia.

Sikap saling asah, saling asuh itulah yang kita sangat dambakan. Apalagi bagi kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama. Semua agama mengajarkan kita untuk menyayangi dan menghormati citpaan-Nya. Tidak ada hak sedikit pun dari kita untuk tidak menjalankan perintah-Nya.

Negeri ini membutuhkan kehidupan bangsa yang lebih rukun. Kita akan bisa mencapai kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik apabila mampu membangun kebersamaan. Tidak membuang-buang energi hanya untuk berkelahi sendiri.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa hal itu tidak bisa kita lakukan, karena kita mempunyai sejarah sikap toleransi yang tinggi. Kita menjadi bangsa yang rukun dan damai di masa lalu karena memiliki pemimpin yang bisa menjadi contoh bagaimana hidup damai berdampingi.

Sikap-sikap yang inklusif dengan wawasan yang luas membuat kita tidak berpikiran picik. Semua itu terjadi karena pemimpin kita di masa lalu memiliki pikiran yang modern dan bergaul secara luas. Tidak pernah mereka membawa perbedaan menjadi persoalan personal.

Kita harus bisa membangun kembali masa-masa indah seperti itu. Kuncinya adalah kemauan kita bersama untuk duduk berdampingi dan membuang jauh perbedaan. Kita harus membangun manusia yang berkualitas dan itu hanya bisa dilakukan melalui pendidikan.

Hari Raya Nyepi merupakan kesempatan bagi kita untuk mencari jalan menata kembali kehidupan masa lalu yang damai. Kita bersama yang harus melakukan itu.

Sumber:metrotvnews.
LANJUT

Minggu, 20 Februari 2011

BEREDAR VIDEO ORGAN TUNGGAL PORNO “ACARA HAJATAN” .

| 0 komentar
Untuk yang kesekian kalinya, video mesum beredar dari handphone ke handphone.Kini, Adegan mesum tersebut begitu menarik perhatian umum.

Dalam tampilnya di video di ditonton msayarakat umum,yang lebih memprihatinkan dan memalukan lantaran pelakunya sambil bernyanyi ” juga disaksikan  anak-anak seusia SD”. Dari tampilan juga terlihat jelas beberapa kali penyanyi dangdut yang bernyanyi ramai-ramai membuka aurat,sampai-sampai ada seorang penyanyi buka”buah dada dan celana levisnya” lalu di ciumin seorang penonton laki-laki” alias tukang-tukang sawer.

Gilanya lagi,adegan tersebut itu dilakukan di tempat terbuka”semacam tempat hajatan” dan anehnya masyarakat terpaku melihat atraksi bugil para penyanyi dangdut .kegiatan video organ tunggal tersebut berdurasi 3 menit 43 detik memang keluar  batas norma,dengan suara nyaring   pula para penyanyi nakal dalam video itu melantunkan sebuah lagu pop  yang di dangdutkan  berjudul “Mencari Jodoh”miliknya Band Wali .

Lalu,dalam peragaan video musem tersebut,penyanyi memperlihatkan auratnya,joget vulgar lalu mengambil dan terima saweran  dari penonton yang sudah pegang-pegang buah dada serta perut penyanyi  dengan leluasa.  mereka pun nyanyi dengan teriak-teriak dan memberikan cuiman gratis pula  ke penonton lainnya.

Menurut seorang MC di dalam video tersebut, di awal pentasnya para penyanyi dangdut porno menyebutkan,mereka berasal dari salah satu entertemen "Romansa Girls”juga diperjelas oleh penyanyi tersangkut dalam pentasnya menyebutkan entertemen Romansa,selanjutnya  MC juga mengumbar kalimat tidak senonoh,yooo godain dan untuk jomblo-jomblo semua,di doian setelah menonton ini akan mendapatkan jodoh”.

Video musem tersebut sekarang beredar di sekitar daerah Karawang bagian pantai Utara./AJ/red.  
LANJUT

DANA BOS MUNTABER ,SEKOLAH-SEKOLAH DI KARAWANG KELABAKAN

| 0 komentar

Sekarang ini,Hampir rata-rata sekolah yang di singgahi penulis berkeluh kesah tentang keterlambatan pencairan Dana BOS untuk tahun 2011.Di antara mereka ada yang spontan katakan ke penulis,terjadinya perubahana aturan dan peraturan dalam pengelolaan dana  BOS tak jadi soal namun jangan berujung di bawah kelabakan karena Muntabernya dana  BOS 2011.

Menurut Aqo salah seoang guru katakan,macetnya dana BOS membuat situasi kurang kondusif di disekolah-sekolah yang ada.Proses belajar mengajarpun sedikit terganggu karena ketiadaan dana sedangkan di butuhkannya dana ATK/operasional sekolah misal untuk kegiatan proses pembelajaran secara optimal jelang UN(Ujian Nasional),lebih lanjut dia jelaskan,seyogyanya pemerintah daerah/pusat totalitas dalam mengolah dana tersebut demi percepatan pencairan dana BOS yang bersifat krusial bagi sekolah di tanah air.

Lalu di tempat lain,seorang Kasek yang enggan disebutkan namanya mengatakan,jangan anggap remeh dengan keterlambatan dana BOS seperti sekarang karena akan berakibat kurangnya kepercayaan pihak penerima BOS/sekolah ke pengelola “meneger BOS”,jangan endapkan dana tanpa jelas,sambung Kasek yang di maksud”,semua tidak bisa pungkiri para kasek di wilayah tertentu  di Karawang akan ambil jalan pintas demi kelancaran sekolah masing-masing  dalam prakteknya,misal mereka  mencairkan dana pribadi,pinjam tabungan murid atau akan lari pinjam ke koperasi sekolah atau guru,bisa-bisa sekolah berbuat nekat pinjam ke rentenir,tandasnya.

Di sisi lain dapat di baca kebutuhan sekolah dengan jelas,kepentingan sekolah saat ini,sangat mendesak  karena akan menghadapi ujian sekolah/nasional,pengayaan,kegiatan Bimbel,pembayaran honorer dan lain-lainnya./@@.
LANJUT