KARAWANG,- Abrasi yang terjadi di pantai Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang merusak berbagai infrastruktur di desa tersebut. Selain puluhan kilometer jalan tergerus air, abrasi juga merusak puluhan tambak dan saluran pembuangan air ke laut.
Hal tersebut, membuat ratusan hektare tambak bandeng dan udang di Dusun Sekong, Desa Cemarajaya ternacam gagal panen. Pasalnya, saluran pembuangan tidak lancar hingga membuat air tambak meluap dan menghanyutkan ikan-ikan yang sudah siap panen.
"Di desa ini kan batasan antara lahan sawah dan tambak, kalau sawah banjir karena saluran pembuangan yang tidak lancar pasti juga berdampak pada kami, petani tambak," ucap Enwih (43), petani tambak Dusun Sekong, Minggu (6/3)
Enwih mengatakan, tidak maksimalnya fungsi saluran pembuang, menyebabkan kualitas ikan yang berada di lahan tambak tidak sesuai dengan harapan. "Harusnya ikan-ikan tambak bisa cepat berganti air jika saluran pembuangan tidak mampet. Ketika air tidak mau mengalir, kerugian bagi petambak bukan cuma karena ikan kabur terbawa air," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan petani tambak lainnya, Atem (39). Ia mengatakan budidaya ikan bandeng dan udang semakin lesu karena abrasi yang terjadi di Cemara Jaya. Tidak hanya puluhan hektare tambak sudah tergerus abrasi, namun ratusan hektare tambak lainnya juga terancam terkena abrasi.
"Ditandai sekarang seringnya air tambak kami meluap, padahal tidak sedang hujan. Jika kami akan membuang ke saluran, saluran pembuangan ke laut pun tidak lancar. Hasilnya banyak di antara kami yang sengaja memanen ikan bandeng saat usia baru satu bulan," tuturnya.
Memanen bandeng dengan usia muda, kata Atem, tentu saja merugikan petani tambak. Selain harganya yang masih murah, pasar untuk ikan bandeng muda masih terbatas. "Kami terpaksa melakukan hal tersebut, karena ancaman abrasi sudah sangat kami rasakan. Apalagi untuk budidaya ikan tambak," ucapnya.
Kepala Desa Cemara Jaya, Younlim Supardi mengatakan telah seringkali mengeluhkan kondisi warganya kepada Pemkab Karawang. Hal utama yang seharusnya dilakukan adalah menyelesaikan persoalan abrasi. "Karena abrasi ini terkesan dibiarkan saja. Hanya warga secara swadaya melakukan pencegahan. Itupun tidak begitu efektif, hanya pencegahan saja," katanya.
SUMBER:PIKIRAN RAKYAT ON LINE
0 komentar:
Posting Komentar